views
1. Customer Service
Customer service menjadi salah satu pekerjaan yang sudah merasakan perubahan akibat AI.
Jika sebelumnya pelanggan harus menunggu petugas untuk mendapatkan jawaban, kini chatbot berbasis AI dapat menangani berbagai pertanyaan dasar secara otomatis selama 24 jam.
Mulai dari mengecek status pesanan, menjawab pertanyaan produk hingga membantu memberikan panduan awal kepada pelanggan dapat dilakukan oleh sistem.
Namun bukan berarti manusia tidak lagi dibutuhkan.
Kasus yang rumit, pelanggan yang membutuhkan negosiasi, komplain sensitif hingga keputusan tertentu tetap membutuhkan kemampuan komunikasi manusia.
Artinya, pekerjaan customer service kemungkinan akan bergeser dari sekadar menjawab pertanyaan sederhana menjadi menangani persoalan yang lebih kompleks.
2. Penulis Konten
Kemampuan AI menghasilkan teks membuat profesi penulis konten ikut mengalami perubahan besar.
AI saat ini dapat membantu membuat ide artikel, caption media sosial, deskripsi produk, ringkasan hingga rancangan awal sebuah tulisan dalam hitungan detik.
Pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan waktu berjam-jam bisa menjadi jauh lebih cepat.
Namun terdapat satu hal penting yang masih dibutuhkan: kemampuan manusia menentukan apakah informasi tersebut benar, relevan dan layak dipublikasikan.
Karena itu, penulis masa depan kemungkinan tidak hanya dituntut pandai menulis.
Mereka juga harus mampu melakukan riset, verifikasi informasi, menyunting hasil AI dan menghasilkan perspektif yang tidak sekadar mengulang informasi yang sudah tersedia.
3. Desainer Grafis
AI generatif juga mulai mengubah industri desain.
Saat ini pengguna dapat membuat ilustrasi, konsep visual, poster hingga berbagai materi kreatif hanya dengan memberikan instruksi dalam bentuk teks.
Bagi pekerjaan desain sederhana, perubahan ini dapat meningkatkan produktivitas secara signifikan.
Tetapi desainer profesional masih memiliki keunggulan pada aspek yang lebih kompleks seperti memahami identitas sebuah brand, menentukan arah visual, memahami kebutuhan klien dan menjaga konsistensi desain.
Karena itu, AI kemungkinan besar akan menjadi alat baru bagi desainer, bukan sekadar pesaing.
Desainer yang mampu menggabungkan kemampuan kreatif dengan AI bahkan berpotensi bekerja jauh lebih cepat dibandingkan sebelumnya.
4. Admin dan Data Entry
Ini merupakan jenis pekerjaan yang banyak ditemui di Indonesia.
Berbagai perusahaan masih membutuhkan tenaga administrasi untuk memasukkan data, membuat laporan sederhana, memindahkan informasi antar sistem, mengelola dokumen hingga melakukan pekerjaan rutin menggunakan spreadsheet.
Masalahnya, banyak aktivitas tersebut memiliki pola yang berulang.
Dan pekerjaan dengan pola berulang merupakan salah satu area yang relatif mudah dibantu melalui otomatisasi.
AI yang dikombinasikan dengan sistem enterprise dapat membaca dokumen, mengekstrak informasi, mengklasifikasikan data hingga memasukkannya ke dalam sistem secara otomatis.
Karena itu, pekerja administrasi kemungkinan perlu meningkatkan kemampuan dari sekadar input data menjadi pengelolaan dan analisis informasi.
Kemampuan menggunakan spreadsheet tingkat lanjut, dashboard, automation tools hingga AI dapat menjadi nilai tambah yang semakin penting.
5. Programmer
Mungkin terdengar mengejutkan, tetapi programmer juga termasuk profesi yang mengalami perubahan besar karena AI.
AI coding assistant kini dapat membantu programmer membuat potongan kode, mencari kesalahan, menjelaskan fungsi program hingga membuat dokumentasi.
Tetapi ini tidak otomatis berarti programmer akan menghilang.
Justru standar kemampuan programmer berpotensi meningkat.
Programmer akan semakin dituntut memahami arsitektur sistem, keamanan, database, integrasi, scalability dan bagaimana sebuah sistem bekerja secara keseluruhan.
Dengan kata lain, kemampuan sekadar mengetik kode kemungkinan semakin kurang bernilai dibandingkan kemampuan merancang solusi teknologi.
6. Penerjemah
AI juga berkembang sangat cepat dalam memahami berbagai bahasa.
Dokumen, percakapan hingga subtitle kini dapat diterjemahkan secara otomatis dalam waktu singkat.
Untuk terjemahan sederhana, teknologi tersebut sudah sangat membantu.
Namun bahasa manusia tidak hanya terdiri dari kata.
Ada konteks budaya, humor, emosi, istilah teknis dan maksud tertentu yang dapat menghasilkan arti berbeda apabila diterjemahkan secara harfiah.
Karena itu, penerjemah manusia kemungkinan semakin berperan pada pekerjaan yang membutuhkan akurasi tinggi dan pemahaman konteks, sementara pekerjaan terjemahan sederhana semakin banyak dibantu AI.
7. Akutba
Pekerjaan pembukuan juga berpotensi mengalami transformasi.
Sistem modern sudah mampu membantu mencatat transaksi, mengelompokkan pengeluaran, membaca invoice hingga menghasilkan laporan keuangan dasar secara otomatis.
Dengan tambahan AI, proses tersebut dapat menjadi semakin cepat.
Namun akuntansi bukan sekadar memasukkan angka.
Interpretasi laporan, audit, perpajakan, kepatuhan, pengendalian internal dan pengambilan keputusan bisnis tetap membutuhkan tenaga profesional.
Karena itu, pekerjaan yang kemungkinan paling terdampak adalah aktivitas pembukuan yang rutin, bukan keseluruhan profesi akuntan.
Comments
0 comment